Selasa, 17 November 2015

Masa Bimbingan Universitas Siliwangi


Cerpen
Perjalanan

Kata demi kata disulam menjadi satu kesatuan pesan yang sampai ke telinga saya dan teman-teman yang lainya, intuisi yang dua orang itu diskusikan dengan penuh semangat, semangat yang membuat kami memaknai pesannya, bukan pasal makna intuisinya melainkan makna dari pertemuan yang kami hadiri kali ini berbeda dengan pertemuan sebelumnya, maka dari itu saya masih bisa mengingat dengan jelas bagaimana suasana dan keadaan pada saat diskusi berlangsung, saya mengerti intuisi itu apa, namun sukar sekali untuk menjelaskannya, daripada salah menyampaikannya lebih baik saya buka KBBI dan melihat apa makna dari intuisi itu sebenarnya, menurut kamus tersebut intuisi adalah daya atau kemampuan mengetahui atau memahami sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari, bisikan hati, gerak hati. Pendek kata intuisi itu adalah sebuah ilham menurut saya.
Untuk membuktikan dan merealisasikan dari intuisi tersebut kami diajak dua orang itu, ya dua orang yang kami anggap sebagai leluhur kami, leluhur yang amat kami hormati, merekalah yang akan mengarahkan dan membimbing kami dalam arena petualangan di pijakan tanah siliwangi ini.
Setapak demi setapak dilangkahkannya kaki ini dengan menopang hati dan pikiran yang penuh dengan kebingungan, saya benar-benar bingung dibuatnya, karena tantangan yang kami terima adalah mengelilingi tanah siliwangi  selama 3 menit lamanya, dan kami diminta untuk mencoba mengamati setiap sudut disekelilingnya, apa yang harus saya terawang dari penjelajahan pendek ini? Apa yang akan leluhur kami rencanakan dengan semua ini? Entahlah, namun saya tetap harus melanjutkan perjalanan saya menyusuri kelokan-kelokan aspal disetiap persimpangan.
Awal perjalanan saya melihat sebuah gedung besar yang terdapat mobil merah di depannya, mata saya membelalak membelokan pandangan seketika ke sebelah kiri merasa tertarik tatkala melihat sesosok mahluk gimbal sedang berayunan di atas rajutan tambang yang di ikat pada dua dasar pohon, tedapat pula mahluk-mahluk sejenisnya yang sedang asik bercengkrama melingkari si gimbal dengan kelihatan sedikit iri tak kuasa menahan rasa ingin berebutan dengan ayunannya.
Waktu terus berjalan, cepat-cepat saya membelokan arah ke lorong selanjutnya, di pertepian jalan tepatnya sepanjang koridor K01-K04 banyak sekali kebahagiaan yang terpancar dari setiap guyonan kumpulan  mahluk sosial tersebut, dari kumpulan tersebut ada satu objek yang tak asing memisahkan diri, diam seorang diri nampak termenung, terpisah dari kelompoknya sendiri, saya lambaikan lengan ini dengan sedikit sapaan hangat yang sekiranya mungkin bisa membuatnya lebih nyaman dan tertemani, walaupun memang hanya untuk selintas saja, objek itu seseorang yang bernama Fitrawati, gadis manis nan bersahaja yang pernah saya temui selama orientasi mahasiswa baru dulu. Karena tak bisa berlama-lama saya langsungkan perjalanan saya menuju lorong selanjutnya, kali ini rasanya seperti cerita dalam dongeng-dongeng putri semasa kecil, hamburan benda halus berwarna putih layak salju yang bertebaran menghampiri, ternyata itu bukan salju hanya bagian kapuk yang berterbangan karena terpaan angin yang menerpa dahan pohon, saya semakin lelah, suasana semakin mendukung saya untuk terlelap dalam kantuk, dan waktu semakin menipis, saya rasa ini sudah cukup, sudah saatnya kami harus tahu apa maksud dari semua penjelajahan ini. Secepatnya tungkai kaki ini melangkah menuju istana kerajaan kami tercinta yaitu Diksatrasia.



Puisi
 

~Tak bertujuan~

Desiran angin meniup awak semampai tak menawan
Berlenggak-lenggok celinguk kelimpungan
Arah mana yang harus kulirik dahulu?
Entahlah..
Aku gabir
                   *
Setapak demi setapak kaki berayunan
Memboncengi teka-teki di pikiran
Berharap ilham mu datang, Tuhan
                   *
Lorong-lorong kelam ku telusuri
Sosok bidadari  aku hampiri
Kenapa kau tak menari?
Menghibur daku yang pucat pasi
                   *
Lagi-lagi apa yang harus aku amati?
Hanya ada kapas yang berbauran
Waktuku menyempit
Jiwaku terlilit, teringat akan tugas yang terbatas
Aaah.. sudahlah
Kurasa cukup menjadi cerita.

oleh, Nida Najibah

1 komentar:

  1. How to play a game in Vegas using real money - Dr. MCD
    You should play at least 2 rounds of table games in 과천 출장안마 Las 하남 출장샵 Vegas. This is a great way to 안산 출장샵 learn 구미 출장마사지 about the game, but you will 통영 출장안마 need to try more than once.

    BalasHapus