Cerpen
Perjalanan
Kata demi
kata disulam menjadi satu kesatuan pesan yang sampai ke telinga saya dan
teman-teman yang lainya, intuisi yang dua orang itu diskusikan dengan penuh
semangat, semangat yang membuat kami memaknai pesannya, bukan pasal makna
intuisinya melainkan makna dari pertemuan yang kami hadiri kali ini berbeda
dengan pertemuan sebelumnya, maka dari itu saya masih bisa mengingat dengan
jelas bagaimana suasana dan keadaan pada saat diskusi berlangsung, saya mengerti
intuisi itu apa, namun sukar sekali untuk menjelaskannya, daripada salah
menyampaikannya lebih baik saya buka KBBI dan melihat apa makna dari intuisi
itu sebenarnya, menurut kamus tersebut intuisi adalah daya atau kemampuan mengetahui atau memahami
sesuatu tanpa dipikirkan atau dipelajari, bisikan hati, gerak hati. Pendek kata
intuisi itu adalah sebuah ilham menurut saya.
Untuk membuktikan dan merealisasikan dari intuisi
tersebut kami diajak dua orang itu, ya dua orang yang kami anggap sebagai
leluhur kami, leluhur yang amat kami hormati, merekalah yang akan mengarahkan
dan membimbing kami dalam arena petualangan di pijakan tanah siliwangi ini.
Setapak demi setapak dilangkahkannya kaki ini
dengan menopang hati dan pikiran yang penuh dengan kebingungan, saya
benar-benar bingung dibuatnya, karena tantangan yang kami terima adalah
mengelilingi tanah siliwangi selama 3
menit lamanya, dan kami diminta untuk mencoba mengamati setiap sudut
disekelilingnya, apa yang harus saya terawang dari penjelajahan pendek ini? Apa
yang akan leluhur kami rencanakan dengan semua ini? Entahlah, namun saya tetap
harus melanjutkan perjalanan saya menyusuri kelokan-kelokan aspal disetiap
persimpangan.
Awal
perjalanan saya melihat sebuah gedung besar yang terdapat mobil merah di
depannya, mata saya membelalak membelokan pandangan seketika ke sebelah kiri
merasa tertarik tatkala melihat sesosok mahluk gimbal sedang berayunan di atas rajutan
tambang yang di ikat pada dua dasar pohon, tedapat pula mahluk-mahluk
sejenisnya yang sedang asik bercengkrama melingkari si gimbal dengan kelihatan sedikit
iri tak kuasa menahan rasa ingin berebutan dengan ayunannya.
Waktu terus berjalan, cepat-cepat
saya membelokan arah ke lorong selanjutnya, di pertepian jalan tepatnya
sepanjang koridor K01-K04 banyak sekali kebahagiaan yang terpancar dari setiap
guyonan kumpulan mahluk sosial tersebut,
dari kumpulan tersebut ada satu objek yang tak asing memisahkan diri, diam
seorang diri nampak termenung, terpisah dari kelompoknya sendiri, saya
lambaikan lengan ini dengan sedikit sapaan hangat yang sekiranya mungkin bisa
membuatnya lebih nyaman dan tertemani, walaupun memang hanya untuk selintas
saja, objek itu seseorang yang bernama Fitrawati, gadis manis nan bersahaja
yang pernah saya temui selama orientasi mahasiswa baru dulu. Karena tak bisa
berlama-lama saya langsungkan perjalanan saya menuju lorong selanjutnya, kali
ini rasanya seperti cerita dalam dongeng-dongeng putri semasa kecil, hamburan benda
halus berwarna putih layak salju yang bertebaran menghampiri, ternyata itu
bukan salju hanya bagian kapuk yang berterbangan karena terpaan angin yang
menerpa dahan pohon, saya semakin lelah, suasana semakin mendukung saya untuk
terlelap dalam kantuk, dan waktu semakin menipis, saya rasa ini sudah cukup, sudah
saatnya kami harus tahu apa maksud dari semua penjelajahan ini. Secepatnya tungkai
kaki ini melangkah menuju istana kerajaan kami tercinta yaitu Diksatrasia.Puisi
~Tak bertujuan~
Desiran angin meniup awak
semampai tak menawan
Berlenggak-lenggok celinguk
kelimpungan
Arah mana yang harus kulirik
dahulu?
Entahlah..
Aku gabir
*
Setapak demi setapak kaki
berayunan
Memboncengi teka-teki di pikiran
Berharap ilham mu datang, Tuhan
*
Lorong-lorong kelam ku telusuri
Sosok bidadari aku hampiri
Kenapa kau tak menari?
Menghibur daku yang pucat pasi
*
Lagi-lagi apa yang harus aku
amati?
Hanya ada kapas yang berbauran
Waktuku menyempit
Jiwaku terlilit, teringat akan
tugas yang terbatas
Aaah.. sudahlah
Kurasa cukup menjadi
cerita.
oleh, Nida Najibah
How to play a game in Vegas using real money - Dr. MCD
BalasHapusYou should play at least 2 rounds of table games in 과천 출장안마 Las 하남 출장샵 Vegas. This is a great way to 안산 출장샵 learn 구미 출장마사지 about the game, but you will 통영 출장안마 need to try more than once.